Manusia Dan Kebudayaan

BAB II
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

           A. Manusia

Terdapat dua pandangan yang dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia. Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, antara lain:
 Jasad, yaitu badan kasar manusia yang Nampak luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
 Hayat, yaitu mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
 Ruh, yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran.
 Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia sebagai satu pribadi mengandung tiga unsur, yaitu;  Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan tidak nampak. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan seks, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious).
 Ego, seringkali disebut sebagai kepribadian “Eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
 Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan di luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan orang tua.

B. Hakekat Manusia

• Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
• Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingan dengan mahkluk lainnya.
• Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
• Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

C. Kepribadian Bangsa Timur

Francis L. K Hsu seorang sarjana Amerika keturunan Cina, mengkombinasikan dalam dirinya kealian di dalam ilmu antropologi, psikologi, filsafat dan kesusastraan Cina klasik.

Ia telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah lingkaran konsentris sekitar diri pribadi. Konsep yang dapat dipakai sebgaai landasan untuk mengembangkan konsep lain menurut Francis L. K Hsu adalah Konsep Jen dalam kebudayaan cina, yaitu manusia yang berjiwa selaras, manusia yang berkepribadian. Manusia yang berjiwa selaras dan berkepribadian adalah manusia yang dapat menjaga keseimbangan hubungan antara diri kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya.

D. Pengertian Kebudayaan

Menurut seorang antropolog E.B Taylor (1871), kebudayaan didefinisikan sebagai kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
Secara praktis bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama (Vital). Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan mengarahkan tingkah laku manusia dalam masyarakat.
 Sistem ideologi meliputi norma, etika, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem sosial.
 Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial dalam masyarakat.
 Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.

            E. Unsur-unsur Kebudayaan


Menurut Malville J. Herkovits ada empat unsur kebudayaan, yaitu: alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Menurut C. Kluckhon Terdapat tujuh unsur kebudayaan secara universal, yaitu:
• Sistem Religi (sistem kepercayaan)
• Sistem Organisasi Masyarakat
• Sistem Pengetahuan
• Sistem Mata Pencaharian Hidup dan sistem-sistem ekonomi
• Sistem Teknologi dan Peralatan
• Bahasa
• Kesenian

           F. Wujud Kebudayaan

Menurut wujudnya, Kebudayaan mempunyai tiga wujud:
• Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia: wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak dan berpusat dalam alam pikiran manusia.
• Kompleks Aktivitas: berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat konkrit, dapat dilihat dan dapat diobservasi.
• Wujud sebagai benda: aktivitas manusia yang tidak lepas dari berbagai penggunaan hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

           G. Orientasi Nilai Budaya


Menurut C. Kluckhohn, Secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia:
 Hakekat Hidup Manusia adalah pola-pola kelakuan tertentu manusia dalam “mengisi hidup”
 Hakekat Karya Manusia adalah anggapan manusia thd karya (karya sebagai tujuan hidup, karya untuk memberikan kedudukan dan kehormatan, serta karya merupakan gerakan hidup untuk membuat karya lagi)
 Hakekat Waktu Manusia adalah pandangan manusia yang berorientasi pada masa lalu, masa kini, atau pun masa mendatang
 Hakekat Alam Manusia adalah pandangan manusia dalam mengelola alam, apakah untuk mengeksploitasi alam atau untuk memanfaatkan alam semaksimal mungkin.
 Hakekat Hubungan Manusia adalah orientasi hubungan social manusia, secara horizontal (sesama) maupun vertical (dengan tokoh-tokoh), atau individualisme menilai tinggi usaha kekuatan sendiri.

           H. Perubahan Kebudayaan

Terjadinya perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1. Sebab yang berasal dari masyarakat dan kebudayaan itu sendiri, contohnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2. Sebab dari perubahan lingkungan alam dan fisik tempat masyarakat itu tinggal.
Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, kesenian, dan bahasa.

            I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan


Hubungan antara manusia dan kebudayaan dipandang setara antara hubungan manusia dan masyarakat yang dinyatakan sebagai dialektis yang mana dialektis ini tercipta dari tiga tahap, yaitu:
 Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
 Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
 Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.


sumber : Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji, 1996, Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Gunadarma

Comments